Thursday, February 26, 2015

Status: Available

Kita hampir tidak pernah bertemu setelah hari itu, aku masih ingat bagaimana wajah lusuhmu masuk kedalam mobil yang akan membawa kita terpisah sejauh ini. Aku tidak sempat menemuimu. Bukan tidak sempat maksudku, hanya saja siapa aku waktu itu.

Kuberikan segala perhatianku melebihi batas kebutuhanmu. Mungkin rasanya seperti menaburkan gula setengah gelas di segelas teh, terlalu manis. Mungkin karena aku pernah kehilangan karena ketidakpedulianku, jadi aku tidak ingin terjadi pada kamu. Aku hanya ingin kamu, utuh.

Tiap hari dimana ada waktu aku bermimpi tentangmu aku berangan bagaimana jika kita bertemu nanti. Apa kata pertama yang akan kukatakan. Bagaimana ekspresiku saat itu. Apa tanggapanmu.

Sudah hampir tiga minggu tidak ada kabar darimu. Terakhir percakapan kita terasa hambar, padahal aku berupaya memperjuangkanmu. Aku berusaha menarik talinya, tapi kamu mengulur saja, jadi aku diam menunggu kamu menarikku, tapi tidak ada respon sama sekali. Tali nya diam, merenggang.

Aku masih belum menyerah, jadi aku menemui mereka yang mengetahui ceritamu, tapi tanggapannya hanya begitu, aku bisa apa.

Kemudian kutemukan kontak barumu. Pantas saja tak ada kabar dari kamu, tapi masa iya sebegitu susahnya mengabariku sedikit saja tentang kontak barumu?

Hahaha. Aku tertawa geli.
Statusmu berganti dengan nama seseorang yang tidak kuketahui, lalu aku apa? Sampah?

2009.

Friday, February 20, 2015

Almost Is Never Enough

Anggaplah aku hanya mengenang tahun lalu, tanpa mengharapkan kisah apa-apa. Karena hanya dengan mengenang separuhnya, biusan amnesiaku terhadapmu bisa teratasi.

Kenangan kamu hanya tentang permulaan, aku melupakan bagaimana akhirnya, dan akan selalu melupakan setiap akhir cerita yang tidak bahagia.

Kita dimulai oleh kamu yang menginginkanku saat aku masih angkuh. Tapi kamu punya taktik kemudian melumpuhkan pertahananku. Aku terbelenggu lalu ditangkap paksa terkurung dipenjaramu, asal kamu tau, justru aku menikmati rasa penjara itu.

Kita selalu dimulai dengan senja. Hampir empat senja pernah ada cerita kita. Hahaha, padahal hanya ada empat senja tapi mengapa kehangatanmu sungguh terasa? Waktu itu kita bercanda, tertawa, bernyanyi bersama ditengah macetnya ibukota diiringi klakson bersorak-sorai, tapi kita bahagia, kita kah? atau aku saja?

Demi tuhan aku sudah mengikhlaskan kisah kita, mengikhlaskan sekali lagi kisah pilu yang tidak pernah kuingini tapi malam ini lagu yang biasa kita perdengarkan terputar tanpa sengaja, rasanya seperti kamu saja penyanyinya, tapi itu dulu. Dulu.

Kusudahi acara mengenangmu dini hari ini, kurasa susunan kata ini mampu mewakilkan peluruhan segala angan yang dulu kita impikan, aku sudah ikhlas, aku sudah bahagia;kamu pun begitu, jadi biarkan kita bahagia masing-masing tanpa saling mengganggu satu sama lain.

Hey Je, don't make it bad!
Take a sad song and make it better
Remember to let him into your heart
Then you can start to make it better :-)