Friday, December 12, 2014

Tentang Shichi Club

Apakabar Shichi Club? :-)

Baik, akan saya perkenalkan Shichi Club pada kalian semua. Mereka adalah Elhammi Rahmi Syifa Chatami (Elhammi), Shelly Nadya Ulfah (Shelly), Afifatun Mukarromah (Afi), Endah Zuraidah (Endah), Alfi Yani (Pian), Mutiara Zahra (Muty). Barang kali mereka juga bisa mengakses situs ini dan melihat betapa saya sangat mengelu-elukan mereka suatu hari nanti di pencarian google.

Saya dan Endah sepupuan dan masuk di SMP yang sama. Saya sebangku dengan Afi selama kelas 5 dan 6 SD. Afi bertetangga dengan Shelly dan Elhammi. Elhammi sebangku dengan Muty dan sekelas dengan Endah di kelas 7. Endah bersahabat dengan Pian dari SD. Saya sebangku dengan Shelly dan sekelas dengan Pian di kelas 7. Begitulah kami terhubung.

Kami memulai semua di kelas 7, dimana kami sering jajan bersama saat waktu istirahat tiba. Bercanda, tertawa, bertukar cerita. Jumlah kami bertujuh, makanya kami sebut diri kami dengan Shichi Club yang berarti kelompok tujuh. Tidak mudah menyatukan pribadi kami, tapi hari ini kami merayakan tujuh tahun persahabatan kami. Tidak sepenuhnya tujuh tahun kita habiskan bersama, terutama kami bersekolah di SMA yang berbeda, dan kini menempuh hidup selanjutnya ditempat dan jalur yang berbeda-beda, tapi jika ada tempat bersandar selain dirumah, saya akan menemui mereka semua.

Bukannya sok tahu dengan kehidupan sahabat-sahabat saya yang sudah hampir tak terjamah, tapi saya masih berusaha mengintai mereka. Saya ada, meskipun tidak benar-benar ada. Hanya memastikan bahwa mereka baik-baik saja, toh mereka sudah punya orang lain yang bisa merengkuh mereka, bukan satu orang yang merengkuh mereka tapi banyak. Jadi saya hanya akan memantau dari jauh kalau saja ada yang merasa kesepian. Semoga tidak ada.

Saya bukan sahabat yang sempurna. Ada saatnya saya egois, mementingkan kehendak saya untuk berkumpul, bersatu, sok-sok menjunjung tinggi solidaritas; sungguh saya tidak pernah bermaksud demikian, tapi saya lihat kalian bahagia, jadi saya ingin kalian terus berbahagia.

Tiap orang punya masa alaynya masing-masing, sama seperti kami, saya percaya kalau kata Raditya Dika "alay adalah proses pendewasaan" itu benar. Kami pernah melakukan hal paling alay sekalipun bersama. Bernarsis ria di taman salah satu contohnya. Tapi beginilah yang membuat kami saling terikat akan adanya kenangan. Walaupun sebagian atau hampir seluruh foto alay kami sudah dihapus tapi kenangan masih ada, dan terus kami gali ketika kami bertemu satu sama lain.

Sekarang Shichi Club sudah hampir tidak pernah berkumpul lengkap dikarenakan kesibukan masing-masing, paling-paling hanya dua-tiga orang yang masih menyempatkan diri untuk saling bertukar pikiran. Mungkin sudah bukan masanya, katanya begitu, tapi saya tidak mau menyerah begitu saja walaupun yang lain sudah menyerah jauh-jauh hari. Mungkin saja kumpulnya kami sudah tidak penting lagi. Atau mungkin mereka sudah menemukan sahabat yang lebih baik dari kami.

Menuliskan tentang Shichi Club tidak ada habisnya. Saya tidak pernah bosan menyusun kata-kata dengan melibatkan nama mereka didalamnya, postingan ini bukan yang pertama tentang Shichi Club tapi saya selalu memperbaikinya lebih baik lagi agar siapapun yang membacanya bisa turut ada ditengah-tengah kami.

Kami punya mimpi besar, mungkin satu persatu sudah terwujud atau masih terhambat, tapi saya yakin 100%

Happy belated Anniversary, Shichi Club.
Unforgettable Seven.
121207-121214-forever.

Thursday, March 27, 2014

Kamis

Semua orang tahu jika Kamis adalah hari kelima jika terhitung dari Minggu. Tak ada sesuatu yang terlalu spesial di hari Kamis, mungkin pernah beberapa kali, seperti ulangtahunku yang pernah terjadi tiga kali dan kebetulan Kamis depan akan terjadi lagi.

Aku pun tak terlalu memuja atau membenci Kamis, menyamaratakan semua hari walaupun katanya Kamis malam memang disarankan beribadah lebih, dan puasa sunnah pun baik jika dilakukan hari Kamis selain hari Senin.

Entah apa yang akan terjadi pada Kamis-kamis berikutnya, karena akhir-akhir ini Kamis terasa kelabu. Ada saja hal mengesalkan terjadi pada hari Kamis. Ada saja. Contohnya kamis ini.

Tiap pagi aku sudah membiasakan diri memanjatkan segala macam doa untuk menyambut hariku. Mulai dari doa pagi, doa belajar, doa dimudahkan segala urusan, dan lain sebagainya. Tapi dengan berlalunya Kamis-kamis yang sendu, aku memperbanyak doaku, berharap doa melindungiku.

Tapi apa mau dikata. Kamis sendu itu terjadi lagi. Lalu bagaimana Kamisku besok?

Don’t break my Thursday, Please.